Teruntukmu, Ibu
Ibu adalah sosok wanita yang begitu berjasa dalam hidup kita. Sebelom kita terlahir didunia, Ibu senantiasa merawat kita semenjak kita dalam kandungannya. Beliau selalu memberikan apapun yang terbaik buat diri kita, tak henti-henti nya ia panjatkan doa kepada Tuhan, memohon agar kelak buah hatinya terlahir menjadi manusia yang sempurna, dan menjadi kebanggaan dirinya. 9 bulan lamanya kita berada di rahimnya, kemana pun ia pergi senantiasa membawa kita, menyatu dengannya, dengan cinta kasihnya dan segala sesuatu yang ada padanya. Tiba saatnya kita terlahir di muka bumi ini, dengan bermodalkan tangis dari mulut mungil kita, di saat itulah Ibu tersenyum melihat kita. Dengan wajah letihnya menampakkan kebahagiaan atas muncul nya diri kita. Tak berhenti sampai disitu kisah tentangmu Bu …. Begitu panjang cerita yang kau torehkan, sepanjang cinta kasih mu kepada ku. Kau sentuh tubuh mungilku dengan tangan hangatmu, kau belai tubuh tanpa dosaku dengan segala kasih dan sayang mu tanpa kau pedulikan letih dan peluhmu. Kau beri ku air tersehatmu, kau dekap aku saat aku menangis dan takkan pernah kau lepaskan aku hingga akhirnya ku terlelap dalam buaimu. Tahun demi tahun kau habiskan waktu dan perhatian mu untukku, tak pernah habis dan tak akan pernah habis rasa itu untukku. Kau selalu memanjakan aku, tak jarang juga kau memarahiku atas salah & keliruku. Kala itu ku menangis, marah dan beranggapan kau membenciku, kini pun ku tahu itu adalah bentuk lain penyampaian sayang mu untukku. Seiring bertambahnya usiaku, bermertamorfosa dari aku yang tak tau apa-apa menjadi pribadi remaja, semakin bertambah pula kesalahan yang ku perbuat. Nasehat mu yang sering ku abaikan, ku hiraukan tak lain bagai angin lalu. Dan tak pernah hentinya engkau bisikkan kata-kata lembut dari bibir mu, tunjukkan ku apa itu kebaikan. Sekarang aku pun tumbuh dewasa, sudah tahu dunia dan segala perannya. Lintas provinsi menjadi jarak antara kita, kau tak lagi bisa menjagaku dengan tangan suci mu, tak lagi membisikkan kata-kata indahmu setiap harinya. Namun itu tak membuat ku merasa jauh darimu karena ku membawa darah mu di dalam tubuhku. Kupercaya Tuhan selalu menyampaikan doa yang kau panjatkan untukku. Doa mu yang selalu menjadi penguatku, hingga ku mampu berdiri tegar hingga kini. Lewat tulisan ini lah kusampaikan semua rasa hormat, sayang, cinta dan kasihku untukmu Bu. Begitu besar cintaku padamu, namun tak akan pernah bisa setara besarnya cinta kasihmu untukku. Tak pernah terbesit dalam anganku ketika kau tak lagi dapat ku peluk, tak lagi ku bisa melihat senyum indahmu, merasakan hangat nya tangan dan dekapmu. Karena di saat itulah hanya doa ,kenangan indah bersama mu serta cinta kasih mu yang masih bisa kurengkuh. Tuhan, jagalah Ibuku seperti dia menjagaku, cintailah dia seperti dia mencurahkan segala cinta nya untukku, berikanlah kebahagiaan baginya dan beri tempat terindah-Mu kelak disaat ia tak bersamaku lagi.
Tak ada kata lain yang ingin ku ucap kecuali “I Do Love You Mom”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar